Teori Evolusi
Manajemen
Disusun oleh :
Eva Nurjanah 43115310076
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam mempelajari ilmu manajemen dan isi
pembahasan di dalamnya pasti ada yang namanya evolusi teori manajemen jadi
sebelum kita mempelajari ilmu manajemen secara luas kita perlu mengetahui
perkembangan teori manajemen tersebut.
Manajemen merupakan sebuah cara yang
digunakan dalam mengorganisasukan suatu tindakan. Dengan manajemen yang baik
tentunya segala rencana dan kegiatan akan mencapai hasil maksimal pula. Oleh karena itu kita perlu mengkaji teori-teori
yang digunakan dalam manajemen ini. Dengan pembuatan makalah ini diharapkan
kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam hati kita
tentang teori manajemen.
Pembahasan dan perkembangan teori-teori manajemen
sangat dibutuhkan untuk memberikan landasan dalam pemahaman perkembangan teori
manajemen selanjutnya. Setiap pandangan dalam teori manajemen akan membantu
manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih efektif pada berbagai
masalah yang berbeda dalam organisasi yang terus mengalami perubahan. Karena
itu sebelum kita mengetaui manajemen kita perlu mengkaji ulang teori evolusi
manajemen yang ada.
1.2 Rumusan
Masalah
1) Untuk memenuhi
tugas pengantar manajemen.
2) Agar mahasiswa
tahu pentingnya ilmu manajemen.
3) Agar mahasiswa dapan mengimplementasikan manajemen dengan nyata baik di
dunia kerja maupun di dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pemikiran awal manajemen
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen.
Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of
Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan
diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu
perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan
menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa
dengan sepuluh orang masing-masing melakukan pekerjaan khusus perusahaan peniti
dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika
setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah
sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith
menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan
meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, menghemat waktu yang
terbuang dalam pergantian tugas, dan menciptakan mesin dan penemuan lain yang
dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen
adalah Revolusi
Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan
tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari
rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut "pabrik." Perpindahan
ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat
membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan
baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan
lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
Mempelajari teori manajemen membantu kita menjadi seorang manajer yang
efektif dalam mengelola organisasi yang semakin kompleks dewasa ini. Manajemen
merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada hasil yang mudah dilaksanakan. Teori
adalah kumpulan prinsip yang disusun secara sistematis. Sedangkan konsep adalah
simbol yang dipakai untuk menjelaskan pengertian tertentu dalam teori. Ada
beberapa alasan mengapa perlu mempelajari teori manajemen antara lain :
- Teori mengarahkan keputusan manajemen.
- Teori membentuk pandangan kita mengenai
organisasi.
- Teori membuat kita sadar mengenai lingkungan usaha.
- Teori merupakan suatu sumber ide baru.
2.2 Evolusi Teori Manajemen
Aliran manajemen ilmiah ( scientific
management ) ditandai konstribusi-konstribusi :
·
Frederick W. Taylor ( 1856-1915 )
Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan
oleh Federick Winslow Taylor sekitr tahun 1900 an. Karena
karyanya tersebut, Taylor disebut “bapak manajemen ilmiah”. Dalam buku-buku
literature, manajemen ilmiah sering diartikan berbeda :
-
Manajemen ilmiah merupakan penerapan
ilmiah meode studi,analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
-
Manajemen ilmiah adalah seperangkat
mekanisme – mekanisme atau teknik – teknik “a bag of trick” untuk
meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Taylor menuangkan gagasan-gagasannya dalam tiga judul makalah, yaitu: Shop
Management, The Principle of Scientific Management,dan Testimony
Before the Special House Committee, yang dirangkum dalam
sebuah buku yang berjudul Scientific Management.
Taylor memberikan prinsip – prinsip dasar dalam
penerapan pendekatan pada manajemen, sebagai berikut
-
Pengembangan metoda-metoda imiah dalam
manajemen agar sebagai contoh metoda yang paling baik untuk pelaksanaan setiap
pekerjaan dapat ditentukan.
-
Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap
karyawan dapat diberikan taggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan
kemampuannya.
-
Pendidikan dan pengembangan ilmiah para
karyawan.
-
Kerjasama yang baik antara manajemen dan
tenaga kerja.
·
Frank dan Lillian Gilbreth ( 1868-1924 dan 1878-1972).
Dalam aliran ini Frank lebih cenderung
terhadap masalah yang sangat efisien, terutama untuk menemukan “cara yang
terbaik untuk mengerjakan suatu tugas”.
Sedangkan istrinya Lillian
Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja,
seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Dia menuangkan gagasannya
dalam buku yamg berjudul “The Psychology of Management”.
·
Henry L. Gantt ( 1861-1919 )
Seperti Taylor, Henry L. Gantt
mengemukakan gagasan-gagasan, yaitu :
-
Saling menguntungkan antar tenaga kerja
dengan manajemen.
-
Seleksi kerjasama ilmiah tenaga kerja
-
Sistem insentif (bonus) untuk merangsang
produktivitas.
-
Pengunaan-pengunaan,instruksi-instruksi
kerja yang terperinci.
·
Harrington Emerson (1853-1931)
Emerson mengemukakan 12 (dua
belas) prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal, yang secara ringkas
adalah sebagai berikut:
-
Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
-
Adanya staf yang cakap.
-
Disiplin.
-
Balas jasa yang adil.
-
Laporan-laporan yang terpercaya, segera,
akurat dan ajeg – sistem informasi dan akuntansi.
-
Pemberian perintah-perencanaan dan
pengurusan kerja.
-
Adanya standar-standar dan skedul-skedul –
metoda dan waktu setiap kegiatan.
-
Kondisi yang distandardisasi.
-
Operasi yang distandarisasi.
-
Instruksi-instruksi praktis tertulis yang
standar.
-
Balas jasa efisiensi-rencana intensif.
2.3 Teori Manajemen Klasik
·
Robert Owen ( 1771-1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai
Manajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen
mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor
produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana
terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan
kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja
dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi,
kesehantan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan
memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas
dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari
pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak
Manajemen Personalia. Dia juga sebagai salah seorang pendiri gerakan
koperasi konsumsi, adapun usaha yang pernah dilakukan dan mengalami kegagalan
adalah mendirikan suatu komune di New Harmoni, Indiana pada tahun 1824.
·
Charles Babbage (1792-1871)
Charles Babbage adalah seorang Profesor
Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen.
Perhatiannya pada operasi-operasi pabrik yang dapat dilakukan secara efisien.
Dia percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan
menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya, karena
pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar
para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen.
Perhatiannya diarahkan dalam hal pembagian kerja (devision of labour), yang
mempunyai beberap keunggulan, yaitu :
-
Waktu yang diperlukan untuk belajar dari
pengalaman-pengalaman yang baru.
-
banyaknya waktu yang terbuang bila
seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan orang tersebut
harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga akan menghambat
kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam
pekerjaannya.
-
Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah
karena seorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya.
-
Adanya perhatian pada pekerjaannya
sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu
menciptakan mesin hitung (calculator) mekanis yang pertama, mengembangkan
program-program permainan untuk komputer, mengembangkan kerja sama yang saling
menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema
perencanaan pembagian keuntungan.
2.4 Pendekatan
Hubungan Manusiawi
Pendekatan ini muncul untuk merevisi teori
manajemen klasik yang ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi
dan keharmonisan kerja. Para ahli selanjutnya melengkapi teori manajemen klasik
dengan menerapkan sosiologi dan psikologi dalam manajemen.
Ada beberapa ahli yang mencoba melengkapi
teori organisasi Klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi, yaitu :
·
Hugo Munsterberg ( 1863-1916)
Dia sebagai pencecus psikologi industri
sehingga hugo munsterberg disebut bapak “psikologi industri”. Dalam bukunya
Psikology and Industial Effisiensy, ia menguraikan tentang peralatan psikologi
untuk mencapai tujuan.
·
Elton Mayo (1880-1949)
Dia mengemukakan bahwa, Hubungan manusia
sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan cara seorang menejer
berinteraksi kepada bawahan-bawahannya. Itu bertujuan untuk menciptakan
hubungan kemanusian yang baik.
2.5 Pendekatan
Manajemen Modern
Manajemen modern adalah adalah
manajemen yang pada periodenya ditandai dengan sudah dipelajari manajemen
sebagai ilmu yang mempunyai dasar-dasar logika ilmiah, sehingga banyak
melibatkan ahli manajemen maupun ahli ekonomi untuk melakukan penelitian
tentang manajemen yang menghasilkan berbagai teori maupun aliran manajemen.
a)
Teori Perilaku
Teori perilaku merupakan pengembangan dari
pendekatan hubungan manusiawi. Perilaku dapat dipahami melalui tiga pendekatan
yaitu:
1. Rasional.
Dikemukakan oleh Down dan Simon. Model rasional memusatkan perhatiannya pada
anggota organisasi yang diasumsikan bersifat rasional dan mempunyai berbagai
kepentingan, kebutuhan, motif dan tujuan.
2. Sosiologis.
Model ini lebih memusatkan perhatiannya kepada pengetahuan antropologi,
sosiologi dan psikologi Pendukung model ini antara lain Bern.
3. Pengembangan hubungan manusia. Model pengembangan hubungan manusia lebih memusatkan perhatiannya kepada tujuan yang ingin dicapai dan pengembangan berbagai sistem motivasi menurut jenis motivasi agar dapat meningkatkan produktivitas kerja. Pendukung model ini antara lain, Mc Gregor, Maslow, dan Bennis.
3. Pengembangan hubungan manusia. Model pengembangan hubungan manusia lebih memusatkan perhatiannya kepada tujuan yang ingin dicapai dan pengembangan berbagai sistem motivasi menurut jenis motivasi agar dapat meningkatkan produktivitas kerja. Pendukung model ini antara lain, Mc Gregor, Maslow, dan Bennis.
b)
Teori Kuantitatif
Teori kuantitatif ditandai dengan
berkembangnya team-team riset operasi (operations research) dalam pemecahan
masalah-masalah industri, yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi
inggris dalam perang dunia ke II. Rist operasi kemudian diformalisasikan dan
disebut aliran management science yang berfungsi untuk penganggaran modal,
manajemen aliran kas, scheduling produksi, pengembangan strategi produksi,
perencanaan pengembangan sumber daya manusia, penjagaan tingkat persedian yang
optimal. Langkah-langkah pendekatan management science biasanya sebagai
berikut:
1. Perumusan masalah.
2. Penyusunan suatu model matematis.
3. Mendapatkan penyelesaian dari
model.
4. Pengujian model dan hasil yang
didapatkan dari model.
5. Penetapan pengawasan atas
hasil-hasil.
6. Pelaksanaan hasil dalam
kegiatan-implementasi.
2.6 Pendekatan
Sistem Manajemen
Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud
untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari
bagian-bagian yang saling berhubungan dan cara memandang organisasi sebagai
suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih
luas. Sistem pendekatan adalah sangat mendasar sehingga segala sesuatu adalah
saling berhubungan tau saling tergantung. Suatu sistem terdiri dari elemen
elemen yang saling tergangtung dan saling berhubungan dan bila elemen tersebut
berinteraksi maka membentuk suatu kesatuan yang menyeluruh.
2.7 Pendekatan
Kontingensi
Pendekatan kontingensi (contingency
approach) dikembangkan oleh para manajer, konsultan dan peneliti yang mencoba
untuk menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam situasi
kehidupan dan mengidentifikasikan eknik pada situasi tertentu, dibawah keadaan
tertentu, dan pada waktu tertentu dana akan membawa pencapaintujuan manajemen.
BAB III
PENUTUP
·
Kesimpulan
Setiap ahli memberi pandangan yang berbeda
tentang definisi manajemen, namun secara umum manajamen dapat didefinisikan
sebagai seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang-orang dan mekanisme kerja untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam kaitannya dengan bidang pendidikan
manajemen dapat diartikan sebagai suatu penataan bidang garapan pendidikan yang
dilakukan melalui aktivitas perncanaan, pengorganisasian, penyusunan staf,
pembinaan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, pemotivasian, penganggran,
pengendalian, pengawasan, penilaian, dan pelaporan secara sisitematis untuk
mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas.
Evolusi teori manajemen berkembang secara
klasik dan ilmiah. Pendekatan Klasik yang telah berkembang ke arah
pemanfaatan hasil-hasil penelitian dari pendekatan lain dan terus tumbuh
menjadi pendekatan baru yang disebut Pendekatan Sistem dan Pendekatan
Kontingensi. Demikian pula Pendekatan Hubungan Manusiawi dan ilmu manajemen
memberikan pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan
masalah-masalah manajemen.
·
Saran
Dengan belajar mengenai Teori Evolusi
Manajemen diharapkan kita dapat lebih memahami apa itu Manajemen dan aspek –
aspek yang berkaitan dengan Manajemen.
DAFTAR PUSTAKA
1.
http://ophiiciiduduth.blogspot.com/2013/04/makalah-sejarah-perkembangan-manajemen.html - SEJARAH PERKEMBANGAN MENEJEMEN
3.
http://tammzt.wordpress.com/2012/03/18/2-evolusi-teori-manajemen/#more
48 - EVOLUSI TEORI MENEJEMEN
5.
Syarief.latif: Pustaka Utama : 2002 –
Evolusi Teori Manajemen
·
Tidak ada komentar:
Posting Komentar